Rabu, 21 September 2011

LAPAN Pantau Jatuhnya Satelit Amerika


Satelit Upper Atmosphere Research Satellite (UARS) milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) seberat 6,5 ton sudah berhenti beroperasi. Satelit itu diperkirakan akan jatuh ke Bumi akhir September 2011.


Peringatan dikeluarkan NASA: meski sebagian satelit UARS akan terbakar oleh lapisan atmosfer, diperkirakan masih ada bagian-bagian yang akan jatuh sampai ke permukaan Bumi. Ada peluang 1:3.200 puing satelit bisa melukai mahluk hidup.


Adakah kemungkinan puing UARS jatuh di wilayah Indonesia? Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin, mengatakan hal itu belum pasti. "Jatuhnya kapan dan di mana, LAPAN sampai saat ini masih terus memantau," kata dia di Kantor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), 22 September 2011.


Thomas menjelaskan, kalaupun satelit itu jatuh ke Bumi, pasti ada perkiraannya. "Misal jatuh tanggal 24 September, pasti ada plus minus perkiraan jatuh beberapa jam sebelumnya. Bisa sampai ratusan jam sebelumnya," kata profesor astronomi itu.
Makin Rendah
Saat ini Satelit UARS mengorbit makin rendah. Sampai saat ini sekitar 180-190 kilometer. "Nah, bila ini sampai pada ketinggian selisih 120 km, bisa menyebabkan kondisi satelit itu jatuh, terbakar dan berkeping-keping," lanjut Thomas. 

Di situlah fungsi atmosfer bekerja. "Seperti rem, namun kita tak bisa memperkirakan (apakah akan membakar habis sampah satelit itu), karena sifatnya seperti rem." 

Yang perlu diwaspadai, lanjut Thomas, adalah bagaimana memastikan atau mendeteksi keberadaan satelit tersebut. "Baru bisa dianalisa jatuhnya di sekitar mana," kata dia. 

Juga waktu jatuhnya. "Misalkan, jatuhnya nanti malam akan terlihat seperti meteor jatuh, kalau siang ya, seperti benda tapi terlihat lebih terang." 

Untuk diketahui, UARS dibangun dengan biaya US$750 juta. Diluncurkan pada 1991 untuk penelitian ozon dan susunan kimia lain yang ada di atmosfer bumi. UARS dinonaktifkan pada 2005

sumber : vivanews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar