Tampilkan postingan dengan label tecno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tecno. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 September 2011

Energi Listrik Hibrid dari Pantai Pandansimo


Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kementerian Negara Riset dan Teknologi (RISTEK) tengah mengembangkan pemanfaatan energi listrik hibrid dari hasil potensi energi angin dan energi panas matahari di pantai Pandansimo, Bantul, Yogyakarta.


Terdapat 35 unit turbin angin yang sudah dipasang dengan tinggi rata-rata 18 meter . Terdiri 26 turbin angin dengan kapasitas 1 kW, 6 turbin angin 2,5 kW, 2 turbin angin 10 kW, dan satu turbin angin 50 kW. Ditambah 175 unit sel surya dengan kapasitas 17,5 kWp.

Rahmawan Budiarto, anggota tim peneliti, mengatakan teknologi tersebut memanfaatkan potensi sumber daya angin laut dan angin darat di pantai Pandasimo Bantul yang memiliki kecepatan rata-rata 3-4 meter/detik dan intensitas sinar matahari yang besar dan tetap.

“Kekuatan kecepatan angin di Pandansimo termasuk rendah, sehingga dikombinasikan dengan energi sel surya. Dari keduanya, setiap hari hasilkan 130 kW,” kata Rahmawan, Yogyakarta, Jum'at 23 September 2011.


Instalasi turbin dan sel surya yang sudah terpasang akhir tahun lalu tersebut, kata Rahmawan, telah dimanfaatkan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar pantai guna produksi listrik untuk menghidupkan mesin es untuk produksi es balok yang sering dimanfaatkan para nelayan. 

“Untuk sementara ini, pemanfaatan energi listrik hibrid ini sepenuhnya untuk membantu pengembangan ekonomi masyarakat nelayan dan petani sekitar,” ujarnya.

Bambang Susilo, salah satu anggota tim pengembangan ekonomi berbasis energi mandiri, menuturkan timnya tengah memanfaatkan energi listrik hibrid untuk mengangkat air dari sumur renteng melalui mesin pompa air. Air tersebut selain mengairi 40 kolam yang masing-masing berukuran 8x4 meter juga dimanfaatkan untuk menyiram tanaman untuk kegiatan pertanian di lahan marjinal.

“Air dari kolam, tiap pagi dinaikin lewat pompa air. Limpahan kotoran air dari kolam ini digunkan untuk menyiram tanaman cabe dan terong, dan bayam” ungkapnya.

Sementara untuk produksi es balok, kata Bambang, saat ini sepenuhnya dikelola oleh kelompok masyarakat sekitar. Tiap hari sekitar 70-100 es balok yang dijual ke nelayan dengan harga Rp 1000 per satu es balok.

• VIVAnews

Baca Selengkapnya......

Selasa, 20 September 2011

61 Persen Pengakses Internet dari Smartphone

Penggunaan perangkat mobile dan tablet untuk mengakses internet mulai menunjukan peningkatan, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Meskipun saat ini, komputer pribadi masih dominan dipilih oleh para peselancar dunia maya.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Nielsen, sebanyak empat persen peselancar memilih perangkat ponsel digunakan untuk mengakses internet. Ke depan diprediksi 61 persen dari pengguna internet akan mengakses internet melalui ponsel dalam 12 bulan.
smartphonedan tablet yang dapat menyediakan akses Internet di mana saja," ujar Nielsen’s Managing Director untuk Audience Measurement di wilayah APMEA, Matt Bruce, di keterangan tertulisnya yang diterima VIVAnews, Selasa 20 September 2011.



Pada akhir 2010, Nielsen memperkirakan penetrasi smartphone untuk kalangan netizen(warga internet) di Asia Tenggara menjadi sekitar 20 persen. Dengan peningkatan ini diharapkan ada kenaikan angka penggunaan smartphone sebagai mobile Internet, terutama jika tawaran data plan dari penyedia layanan menjadi lebih terjangkau.

"Kenaikan pesat dalam kepemilikan perangkat yang mampu menyediakan akses internet sekarang mulai memainkan peranan penting dalam aktifitas internet, konsumen dan klien kami semakin perlu untuk mengukur proporsi lalu lintas dari web mereka yang berasal dari perangkat selain komputer pribadi,” tuturnya.

Terkait sistem oprasional dalam penggunaan perangkat mobile smartphone dan tablet, lanjutnya, sistem operasi iOS milik Apple dan Andriod mulai akan mengambil bagian yang besar dalam lalu lintas situs.

"Dengan penggunaan terbesar aktivitas internet dilakukan melalui komputer pribadi, Windows tetap menjadi sistem operasional yang paling digemari," kata Bruce.

Bruce menambahkan bahwa bagi mereka yang bermain dalam bisnis menciptakan konten untuk internet, seperti pemilik media, pemahaman terhadap jenis perangkat dan sistem operasi yang akan digunakan konsumen untuk mengakses situs Web merupakan hal yang penting.

"Untuk memastikan bahwa konten yang disediakan telah sesuai dengan konsumen," tutupnya. (eh)

sumber: VIVAnews

Baca Selengkapnya......