Tampilkan postingan dengan label sosial budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial budaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2011

Orangutan Dibunuh, Salah Oknum atau Perusahaan?

Aktivis Centre for Orangutan Protection (CPO) 
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar menyatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan penyidikan terkait pembunuhan terhadap monyet dan orangutan (Pongo pygmaeus morio) yang terjadi di perkebunan kelapa sawit PT Khaleda Argoprima Malindo, di Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Tersangka yang ditetapkan pun masih berjumlah empat orang, yaitu dua pelaku eksekusi M alias G dan M serta manajer perusahaan Mr PCH dan perekrut tenaga pembasmi hama W bin W.
Ia menyatakan, saat ini belum ada indikasi tindak pidana ini dilakukan atas nama perusahaan. "Lihat dulu secara proposional faktanya. Kalau kita ingin melihat seseorang atau lembaga, kita lihat dulu. Kalau itu memang dilakukan secara perorangan tentu kita harus mengusut secara proposional. Kalau itu dilakukan oleh lembaga atau institusi itu bisa saja. Tapi ini, kan, adalah orang per orang, yang memang mereka bertugas membasmi hama," ujar Boy di Jakarta, Minggu (27/11/2011).
Ia meminta agar tidak disimpulkan secara sepihak informasi-informasi mengenai peristiwa pembunuhan orangutan tersebut. "Jangan menggeneralisir pasti perusahaannya yang berbuat demikian. Kita harus gali informasi dulu dari fakta-fakta yang terungkap," sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, pelaku pembunuhan orangutan mengaku disuruh perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Khaleda Argoprima Malindo dalam melakukan aksinya. Mereka diberi imbalan Rp 1 juta untuk membunuh setiap ekor orangutan dan Rp 200.000 untuk seekor monyet yang mati. Dua jenis satwa langka itu dianggap sebagai hama yang harus dibasmi di perkebunan kelapa sawit milik Malaysia tersebut.
Setelah dibunuh, bangkai binatang-binatang tersebut akan dipotret sebagai bukti mereka untuk kasir perusahaan yang membayar upah mereka.


Baca Selengkapnya......

Minggu, 16 Oktober 2011

Jangan Melihat Papua dengan "Kacamata" Jawa


Kep Din Pendd Papua James Mondou
JAYAPURA, KOMPAS.com – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, James Mondou mengatakan, kebijakan mengenai Bantuan Operasional Sekolah (BOS) seharusnya diberikan sesuai dengan tingkat kesulitan di daerah tersebut. Khusus untuk Provinsi Papua, James mengharapkan pemerintah pusat memperhitungkan kondisi ekonomi dan tatakelola di Papua yang masih jauh tertinggal jika dibandingkan daerah lain.

Ia memberikan dua catatan atas kebijakan dana BOS. Pertama, kebijakan pemberian dana BOS tidak bisa disamaratakan. Ia menilai, menerapkan program yang serba sama di Indonesia sebagai wujud lain dari tidak adilnya pemerintah pusat.
“BOS adalah suatu kebijakan yang sebenarnya bagus, tetapi satu hal yang membuat ketidakadilan adalah sejak reformasi  kita semua mengaku bahwa program yang serba sama tidak boleh lagi diterapkan di Indonesia. Oleh sebab itu saya menentang unit cost setiap wilayah dipukul rata karena itu tidak adil,” kata James, Sabtu (15/10/2011), di Kota Jayapura.
Ia mengungkapkan, perbedaan unit cost seharusnya diterapkan bukan hanya untuk Papua, tetapi juga untuk daerah lainnya. Menurutnya, meski pemerintah mempunyai cukup dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi tidak bisa menganggap daerah juga memiliki cukup dana dalam APBD. Termasuk tidak “men-judge” jika provinsi Papua memiliki dana  yang cukup besar.
“Tidak boleh kita merencanakan semua dengan sama seperti itu. Papua tidak bisa disamakan dengan Jawa. Jangan melihat Papua dengan kacamata Jawa,” katanya.
James menjelaskan, unit cost di Papua saat ini telah meningkat sebesar tiga kali lipat. Sementara itu, khusus untuk daerah pedalaman telah meningkat sampai 10 bahkan 20 kali lipat. Oleh karena itu, ia sangat berharap pemerintah pusat tidak menyamaratakan pemberian dana BOS dengan melihat tingkat kesulitan yang dimiliki oleh setiap daerah.
“Harus ada perbedaan, jangan men-judge Papua memiliki uang banyak, saya tidak suka. Saya anggap itu sebagai sikap tidak ingin mengurus Papua, “ ujarnya.
James melanjutkan, hal kedua yang harus menjadi perhatian adalah mekanisme penyaluran dana BOS. Ia menilai, pemerintah tidak pernah memahami jika Papua menerapkan otonomi khusus. Mekanisme penyaluran dana BOS tidak bisa disamakan dengan daerah lain yang disalurkan melalui kabupaten/kota. Mengingat, saat ini tata kelola di beberapa kabupaten/kota masih kurang baik.
“Ada 14 sampai 20 kabupaten/kota yang baru lahir melalui pemekaran dan belum memiliki tata kelola pemerintahan yang bagus, itu juga yang memicu terlambatnya BOS disalurkan. Memukul serba sama itu masalah, padahal dulu waktu diurus provinsi semuanya lancar,” ujarnya. 

sumber: kompas

Baca Selengkapnya......

Minggu, 25 September 2011

Potret Kemiskinan Diperbatasan RI-Timor Leste

Perbatasan antara RI dan Republik Demokratik Timor Leste selain kekurangan pos-pos pengaman diperbatasan masyarakat di sekitar wilayah kedua negara ini ekonominya masih sangat tertinggal
Ladang milik warga Belu, NTT yang berbatasan dengan Tomor Leste nampak kering


Hampir sebangian besar rumah warga di belu sangat memprihatinkan
Kondisi rumah yang tidak layak huni
Seorang warga sedang membuat sagu untuk panganan bagi keluarga dan hewan ternak
Sebagian besar wilayah di kawasan perbatasan RI-Tomor Leste tandus dan jarang sekali turun hujan

Sejumlah wanita warga Dusun Kampung, Desa Silawan sedang. Kemiskinan, penggangguran dan kekeringan yang panjang. Juga kurang mendapatkan pasokan listrik dan air bersih.



Baca Selengkapnya......

Jumat, 23 September 2011

Energi Listrik Hibrid dari Pantai Pandansimo


Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kementerian Negara Riset dan Teknologi (RISTEK) tengah mengembangkan pemanfaatan energi listrik hibrid dari hasil potensi energi angin dan energi panas matahari di pantai Pandansimo, Bantul, Yogyakarta.


Terdapat 35 unit turbin angin yang sudah dipasang dengan tinggi rata-rata 18 meter . Terdiri 26 turbin angin dengan kapasitas 1 kW, 6 turbin angin 2,5 kW, 2 turbin angin 10 kW, dan satu turbin angin 50 kW. Ditambah 175 unit sel surya dengan kapasitas 17,5 kWp.

Rahmawan Budiarto, anggota tim peneliti, mengatakan teknologi tersebut memanfaatkan potensi sumber daya angin laut dan angin darat di pantai Pandasimo Bantul yang memiliki kecepatan rata-rata 3-4 meter/detik dan intensitas sinar matahari yang besar dan tetap.

“Kekuatan kecepatan angin di Pandansimo termasuk rendah, sehingga dikombinasikan dengan energi sel surya. Dari keduanya, setiap hari hasilkan 130 kW,” kata Rahmawan, Yogyakarta, Jum'at 23 September 2011.


Instalasi turbin dan sel surya yang sudah terpasang akhir tahun lalu tersebut, kata Rahmawan, telah dimanfaatkan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar pantai guna produksi listrik untuk menghidupkan mesin es untuk produksi es balok yang sering dimanfaatkan para nelayan. 

“Untuk sementara ini, pemanfaatan energi listrik hibrid ini sepenuhnya untuk membantu pengembangan ekonomi masyarakat nelayan dan petani sekitar,” ujarnya.

Bambang Susilo, salah satu anggota tim pengembangan ekonomi berbasis energi mandiri, menuturkan timnya tengah memanfaatkan energi listrik hibrid untuk mengangkat air dari sumur renteng melalui mesin pompa air. Air tersebut selain mengairi 40 kolam yang masing-masing berukuran 8x4 meter juga dimanfaatkan untuk menyiram tanaman untuk kegiatan pertanian di lahan marjinal.

“Air dari kolam, tiap pagi dinaikin lewat pompa air. Limpahan kotoran air dari kolam ini digunkan untuk menyiram tanaman cabe dan terong, dan bayam” ungkapnya.

Sementara untuk produksi es balok, kata Bambang, saat ini sepenuhnya dikelola oleh kelompok masyarakat sekitar. Tiap hari sekitar 70-100 es balok yang dijual ke nelayan dengan harga Rp 1000 per satu es balok.

• VIVAnews

Baca Selengkapnya......

Selasa, 20 September 2011

Makanan Organik Perpanjang Harapan Hidup

Beralih ke makanan organik tampaknya dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif agar hidup menjadi lebih sehat. Pasalnya, penggunaan bahan-bahan kimia pada produk pangan yang beredar di pasaran saat ini berpotensi menimbulkan ancaman dan diduga sebagai pencetus timbulnya berbagai macam penyakit.
Studi terbaru yang dimuat journal Critical Reviews in Plant Sciences menunjukkan, mengonsumsi produk makanan organik (buah dan sayuran) setiap hari dalam jumlah sedang dapat memperpanjang usia, menjaga tubuh tetap sehat dan mempertahankan berat badan tetap ideal.
Makanan organik dapat didefinisikan sebagai semua makanan yang diproduksi dengan sedikit mungkin atau bebas sama sekali dari unsur-unsur kimia (pupuk, peptisida, hormon, dan obat-obatan).
Menurut studi para ahli dari Inggris, Prancis dan Polandia, buah dan sayuran yang tumbuh tanpa pupuk buatan umumnya memiliki kandungan nutrisi yang lebih banyak, termasuk vitamin C. Sehingga, konsumsi makanan organik dapat memperpanjang umur rata-rata seorang pria 25 hari, dan wanita 17 hari.



"Mereka yang sedikit beruntung malahan bisa hidup lebih panjang beberapa bulan dan bahkan ada yang sampai lima tahun," kata para peneliti.
Dr Kirsten Brandt, peneliti utama dari Newcastle University, sekaligus pengamat soal kualitas makanan dan kesehatan mengatakan, pangan organik dapat meningkat kualitas kesehatan seseorang secara umum. Di samping itu, berperan penting dalam membantu tubuh membakar lemak dan menjaga berat badan tetap ideal.
"Angka-angka tersebut cukup relevan, berdasarkan semua informasi yang tersedia. Kebanyakan orang mungkin tidak akan hidup lama, tapi Anda bisa memperoleh beberapa keberuntung dengan memperpanjang usia beberapa bulan, dan bahkan sampai lima tahun, dengan mengonsumsi makanan organik," tutupnya.

Sumber: kompas

Baca Selengkapnya......

10 Alasan Harus Mengontrol Garam

Garam merupakan salah satu bumbu perasa yang paling digemari. Tak heran bila hampir setiap menu masakan terkandung garam di dalamnya. Garam sendiri adalah suatu mineral yang terdiri dari natrium klorida (40 persen natrium dan 60 persen klorida). Garam penting bagi tubuh, tetapi bukan berarti garam harus dikonsumsi secara berlebih.

Mengapa tubuh perlu garam
Ion natrium klorida dibutuhkan oleh tubuh, dalam jumlah kecil, untuk mengatur kandungan air di dalamnya. Natrium tidak hanya dibutuhkan untuk membantu menjaga keseimbangan cairan dala tubuh, tetapi juga untuk membantu dalam transmisi impuls saraf ke otak. Selain itu, natrium, juga berperan dalam kontraksi dan relaksasi otot kita. Karena natrium dapat menarik cairan seperti magnet, asupan garam berlebih akan menyebabkan retensi (penahanan) air berlebih di tubuh.



Bahaya garam berlebih
Terlalu banyak mengasup mineral dapat membahayakan fungsi tubuh. Penggunaan garam berlebih dapat meningkatkan jumlah sodium di dalam tubuh dan hal ini dapat memberikan efek yang serius untuk kesehatan. Meskipun garam digunakan untuk mengobati masalah seperti dysautonomia -penyakit atau kerusakan sistem saraf otonom, tetapi jika berlebih dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan seperti yang terdapat dibawah ini :
1. Tekanan darah tinggi (hipertensi) : Asupan garam yang tinggi diketahui dapat meningkatkan tekanan darah, dimana diketahui menyebabkan beberapa penyakit serius sperti penyakit jantung, parlysis, dan struk. Fakta ini telah dibuktikan oleh penelitian INTERSALT melibatkan lebih dari 10.000 orang pada 52 pusat studi, meskipun efeknya (penyakit) berbeda antara satu orang dengan yang lainnya.
Bukti lainnya dari hubungan antara tekanan darah tinggi dengan asupan garam tinggi ditemukan dalam rekam medis sejak tahun 1994. Orang-orang dari seluruh bagian muka bumi dengan segala usia dapat dipengaruhi oleh perubahan dalam asupan garam mereka.
2. Penyakit kardiovaskuler : Para peneliti yang bekerja dalam sebuah penelitian besar yang dilakukan pada 2007 menemukan bahwa pasien dengan tekanan darah tinggi yang normal mendapat keuntungan secara signifikan dengan mengurangi asupan garam mereka, oleh karena itu risiko mereka menderita penyakit kardiovaskuler menurun hingga 25 persen untuk 10 hingga 15 tahun mendatang. Kemungkinan mereka meninggal akibat penyakit kardiovaskuler pun juga turun sebanyak 20 persen.
3. Stroke : Mereka yang mengonsumsi sedikit garam kurang rentan untuk mengidap stroke. Bahkan, penelitian menyebutkan, mengurangi satu gram asupan garam dapat menekan risiko mengalami stroke hingga seperenam. Jika dikurangi dua gram, risiko menurun hingga sepertiga, dan jika dikurangi tiga gram, kemungkinan terkena stroke berkurang hingga setengahnya.
4. Hipertrofi ventrikel kiri dan pembengkakan hantung : Beberapa orang tidak mengalami hipertensi meski mengasup garam dalam jumlah tinggi. Tetapi, rekam medis menunjukkan, orang-orang tersebut mengalami hipertrofi ventrikel kiri atau pembesaran jaringan otot yang membuat dinding pada ruang pompa utama jantung dimana dapat mempertinggi risiko penyakit kardiovaskuler.
5. Retensi cairan : Jumlah natrium dalam tubuh menentukan tingkat cairan dalam tubuh Jika Anda mengkonsumsi terlalu banyak garam, ginjal akan kesulitan mengeliminasi kelebihan garam dan tubuh Anda akan menahan cairan, yang kadang-kadang menyebabkan pembengkakan di sekitar jantung. Dokter menyarankan pengurangan asupan garam sebagai pengobatan untuk pembengkakan.
6. Sistem pencernaan makanan :
Asupan garam yang tinggi dapat mempengaruhi sistem pencernaan dalam tiga cara :
• Ulkus (luka) lambung dan duodenum : Menurut American Society for Microbiology Conference, garam berinteraksi dengan bakteri Helicobacter pylori (H pylori) dan menyebabkan ulkus (luka) pada perut dan duodenum. Bakteri ini (H pylori) umum ditemukan pada banyak orang, dimana yang memilikinya tidak menunjukkan gejala. Bakteri H pyori diketahui menyebabkan 80 sampai 90 persen dari semua kasus ulkus lambung dan duodenum. Maka dari itu, membatasi asupan garam merupakan hal yang baik untuk mencegah terbentuknya ulkus yang disebabkan karena mengkonsumsi garam berlebih.
• Kanker : Kanker perut dan kanker lambung berkaitan dengan tingginya sodium di dalam tubuh. Bukti untuk hal ini ditemukan di Jepang, dimana konsumsi garam di kalangan masyarakat relatif tinggi.
• Penurunan Pepsin : Pepsin merupakan enzim pencernaan, dan asupan garam yang berlebih menurunkan jumlah pepsin dalam tubuh. Hal ini dapat mempengaruhi sistem pencernaan, meningkatkan tingkat keasaman dan menyebabkan diare. Sebagai contoh, ketika Anda menambahkan garam ke dalam dadih, hal ini menyebabkan terjadinya fermentasi dan membentuk asam dalam perut, dan pada akhirnya dapat mempengaruhi pencernaan.
7. Permasalahan rambut : Mengkonsumsi garam terlalu banyak dapat menyebabkan masalah seperti rambut beruban dan rontok.
8. Peningkatan sekresi air empedu : Ketika kita menyantap makanan yang mengandung garam tinggi, sekresi air empedu akan meningkat, yang mana dapat meningkatkan densitas darah sehingga menurunkan vitalitas. Hal ini juga dapat menyebabkan bibir menjadi kering dan berdarah. Dokter menyarankan untuk mengurangi asupan garam kepada mereka yang mengalami masalah dengan kulit.
9. Osteoporosis : Kelebihan garam mencegah penyerapan kalsium dalam tubuh, sehingga dapt menyebabkan terjadinya osteoporosis. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada wanita pascamenopause ditemukan bahwa wanita mengonsumsi garam dalam jumlah tinggi lebih banyak kehilangan mineral tulang lebih banyak dibanding dengan mereka yang tidak--mengkonsumsi garam berlebih.
10. Kematian : Mengasup garam dengan dosis tinggi dalam waktu singkat bisa berakibat fatal. Jika seseorang mengkonsumsi satu gram garam per kilogram berat badannya, hal ini dapat menyebabkan orang tersebut kehilangan nyawanya.
Kebutuhan asupan garam seseorang berbeda-beda. Direkomendasikan untuk mengasup natrium sebanyak 1.500 mg hingga 2.300 mg perhari, tergantung dari usia atau kondisi kesehatan yang dimiliki (seperti diabetes, tekanan darah tinggi atau penyakit ginjal kronik).
Badan Kesehatan Dunia (WHO), menyarankan asupan natrium setiap orang adalah sebanyak satu sendok teh atau sekitar 2,323 mg natrium atau 5 gram garam setiap harinya
sumber : kompas

Baca Selengkapnya......

Minyak Goreng yang Menghitam Berpotensi Menjadi Racun

Bagaimana cara Anda menggoreng makanan? Ahli kesehatan gizi dari Koalisi Fortifikasi Indonesia, Virginia Kadarsan, mengatakan menggoreng dengan minyak goreng yang dipakai berulang-ulang berbahaya bagi kesehatan.
Menurut dia, konsumen perlu mengetahui apa bahayanya menggoreng dengan minyak yang sama berkali-kali.


Sementara Ketua Koalisi Fortifikasi Indonesia (KFI), Soekirman, mengatakan minyak goreng yang telah berwarna hitam karena dipakai berulang-ulang justru dapat menimbulkan racun. "Konsumen harus jeli memilih minyak goreng untuk dikonsumsi," kata dia.
Fortifikasi adalah penambahan satu atau lebih zat gizi mikro dalam bahan makanan. Sekarang ini pemerintah juga tengah mengupayakan fortifikasi vitamin A dalam minyak goreng. Soekirman menambahkan, sekarang ini fortifikasi hanya dilakukan secara sukarela dan belum menjadi kewajiban.

Sumber: REPUBLIKA

Baca Selengkapnya......

Jumat, 09 September 2011

sosial budaya

SBY Ultah, Istana Gelar Doa

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada hari ulang tahun  ke-62 mendapatkan doa khusus dari Imam Shalat Jumat di Masjid Baiturrahman, yang terletak di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Setelah khutbah Jumat dan sebelum menunaikan shalat dua rakaat, Imam Shalat Jumat mengajak jamaah untuk mendoakan, agar Presiden SBY selalu sehat dan diberi kekuatan untuk melanjutkan kepemimpinan.



"Hari ini Presiden berulang tahun. Semoga diberi kekuatan untuk mengatasi tantangan dalam memimpin negara. Juga kepada keluarga, para menteri, dan para pemimpin bangsa," ujarny Setelah Shalat Jumat, Presiden Yudhoyono yang mengenakan setelan safari berwarna abu-abu gelap mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari para jamaah. Ia menyalami setiap jamaah dengan wajah ceria sambil berjalan keluar masjid.
Agenda Presiden pada Jumat yang dikeluarkan oleh Biro Pers dan Media Rumah Tangga Kepresidenan mencantumkan adanya acara internal. Namun, sejak pukul 09.00 WIB Presiden Yudhoyono telah memimpin rapat membahas penyambutan PM Thailand Yingluck Shinawatra yang akan berkunjung ke Indonesia pada Senin, 12 September 2011.
Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, menyatakan bahwa syukuran ulang tahun Presiden Yudhoyono yang lahir di Pacitan, Jawa Timur, pada 9 September 1949, akan digelar secara sederhana di Wisma Negara berupa acara potong tumpeng.  Acara syukuran tersebut, lanjut Julian, hanya dihadiri oleh keluarga dekat tanpa mengundang pejabat pemerintah.

"Dirayakan di wisma negara, benar-benar intern, dan tidak mengundang secara resmi pejabat-pejabat pemerintahan. Hanya dihadiri oleh keluarga beliau," katanya.
Julian mengatakan, Presiden Yudhoyono sejak Jumat pagi telah menerima ucapan selamat ulang tahun dari berbagai kalangan, dan juga karangan bunga dari beberapa pimpinan lembaga negara dalam kapasitas pribadi.
"Meski beliau tidak sempat membalas satu per satu, beliau ucapkan terima kasih dan terharu kepada siapa pun yang mengucapkan selamat ultah kepadanya. Di istana, kami terima karangan bunga dari beberapa kalangan dari beberapa pimpinan lembaga tapi dalam kapasitas pribadi," ujarnya. (Ant/ICH)


sumber: metrotv

Baca Selengkapnya......